cerpen

Deathdream

Dua Dengan susah payah aku membawa bertumpuk-tumpuk buku yang harus aku berikan pada pak Bara. Sekitar tiga puluh buku lebih dan aku harus membawanya sendiri. Bisa kau bayangkan betapa repotnya aku,bukan ? Jam di pergelangan tangan kiriku masih menunjukan jam sepuluh pagi. Sial. Tak ada kah seorang pun yang bisa menolongku membawa buku-buku ini ?… Read More Deathdream

bercerita, cerpen

Lelaki

Langit menatap nanar pada tumpukan surat yang ada di hadapannya. Dia tahu hari ini akan segera tiba. Hari di mana dia harus kehilangan seseorang. Lagi. Entah untuk keberapa kali. Dan bodohnya lagi hal itu terjadi karena keangkuhannya.Egonya yang terlalu besar. ”Ini untuk yang terakhir kalinya aku bertanya, Kamu akan menikahi ku,kan ?” Mata berwarna coklat… Read More Lelaki